Dampak Bahaya Akibat Infeksi Bakteri E-Coli

Pernah mendengar bakteri e-coli ? Jika tidak, mari kita simak secara seksama tentang bakteri e-coli dan dampak bahaya akibat infeksi bakteri e-coli.

Dampak bahaya akibat infeksi bakteri e-coli -, Selamat datang di salah satu website resmi milik Alfian Herbal yang merupakan Agen resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya.  Pada kesempatan kali ini pihak Alfian Herbal akan memberikan informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi “dampak bahaya akibat infeksi bakteri e-coli”.

Nah, berhubung pada website resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaAllah mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut!

Pengertian Bakteri E. coli

bakteri-e-coliBersumber dari Alodokter bahwa Escherichia coli atau sering disebut dengan nama E. coli adalah sejenis bakteri yang umum ditemukan di dalam usus manusia yang sehat. Bakteri E. coli sendiri terdapat beberapa jenis. dan kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya. Meski demikian, sebagian di antaranya bisa menyebabkan keracunan makanan dan infeksi yang cukup serius.

Beberapa galur bakteri E. coli bisa menghasilkan racun yang cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kondisi yang serius. Salah satunya adalah galur bakteri E. coli 0157 sebagai jenis yang bisa membahayakan tubuh, seperti mengakibatkan diare bercampur darah, kram perut, dan muntah-muntah.

Infeksi bakteri E. coli yang terjadi pada manusia biasanya berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan juga daging yang kurang matang. Untuk menurunkan risiko mengalami infeksi usus, persiapan memasak dan kebersihan makanan sangat penting untuk dijaga.

Gejala-gejala Akibat Infeksi E. Coli

Gejala infeksi bakteri E. coli biasanya dimulai tiga hingga empat hari setelah tubuh terpapar oleh bakteri, tapi Anda akan mulai merasa sakit pada satu hari hingga lebih dari satu minggu kemudian. Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul akibat infeksi E. coli:

  • Perut kram.
  • Diare, dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Kelelahan.

Gejala-gejala ini biasanya bertahan hingga satu minggu jika tidak terjadi komplikasi, tapi beberapa infeksi E. coli bisa sangat berbahaya. Semua orang yang mengalami infeksi E. coli berisiko terhadap komplikasi, tapi komplikasi lebih cenderung terjadi pada anak-anak. Hal ini disebabkan anak-anak lebih susah untuk bertahan ketika kehilangan banyak cairan dan darah akibat muntah dan diare.

Salah satu komplikasi paling serius dan bisa membahayakan nyawa dari infeksi E. coli adalah sindrom hemolitik uremik, yaitu sebuah kondisi ketika sel darah merah menjadi rusak dan bisa berakibat pada gagal ginjal.

Bagaimana Seseorang Bisa Terinfeksi E. coli?

Sebagian jenis dari bakteri tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh E. coli bisa terjadi meski Anda hanya menelan sebagian kecil makanan atau air yang sudah terkontaminasi. Misalnya, Anda bisa terinfeksi meski hanya memakan sedikit daging yang kurang matang atau karena menelan sedikit air dari kolam renang umum yang terkontaminasi.

Di antara banyaknya jenis bakteri E. coli, ada sebagian yang bisa menyebabkan diare. Beberapa jenis E. coli, termasuk di antaranya E. coli 0157, menghasilkan racun yang mampu merusak dinding dari usus kecil dan mengakibatkan terjadinya diare yang bercampur dengan darah.

Berikut ini beberapa cara yang bisa menyebabkan bakteri masuk ke tubuh manusia :escherichia-coli

  1. Melalui makanan terkontaminasi. Cara yang paling umum bagi seseorang bisa terinfeksi bakteri E. coli adalah melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya mengonsumsi daging giling yang tercemar bakteri E. coli dari usus binatang, meminum susu mentah, dan memakan produk-produk mentah, terutama sayuran bayam dan selada.
  2. Melalui air yang terkontaminasi. Kotoran manusia dan binatang bisa mencemari air tanah dan juga air di permukaan. Rumah dengan sumur pribadi sangat berisiko tercemar bakteri E. coli karena biasanya tidak memiliki sistem pembasmi bakteri. Kolam renang atau danau yang terkontaminasi dengan kotoran juga bisa menginfeksi seseorang dengan bakteri E. coli.
  3. Kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa maupun anak-anak yang lupa mencuci tangan setelah buang air besar bisa menularkan bakteri ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau makanan.
  4. Binatang. Orang-orang yang bekerja dengan binatang, terutama sapi, kambing, dan domba, lebih berisiko terkena infeksi bakteri E. coli. Mereka yang bekerja dengan binatang-binatang ini, atau berada di lingkungan dengan kelompok binatang ini harus lebih rajin mencuci tangan dengan bersih.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri E. coli :

  • Usia. Anak-anak dan orang tua lebih berisiko mengalami sakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli.
    Sistem kekebalan tubuh lemah. Misalnya penderita AIDS atau yang sedang menjalani kemoterapi akan lebih berisiko terkena infeksi E. coli.
  • Penurunan kadar asam dalam perut. Asam lambung bisa memberikan perlindungan terhadap bakteri E. coli.
  • Sebagian obat-obatan ada yang berfungsi menurunkan kadar asam perut dalam tubuh dan sebagai akibatnya risiko terinfeksi E. coli bisa meningkat.
Baca Juga | Tips Yang Tepat Mengatasi Puting Payudara Gatal

Beberapa Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Infeksi E. coli

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri E. coli, yaitu:

  • Mencuci tangan hingga bersih sebelum memasak, menyajikan, atau mengonsumsi makanan.
  • Mencuci tangan setelah menyentuh binatang atau bekerja di lingkungan dengan banyak binatang.
  • Hindari kontaminasi silang dengan mengupayakan memakai peralatan masak dan peralatan makan yang bersih.
  • Jauhkan daging mentah dari makanan dan benda bersih lainnya.
  • Hindari mengonsumsi susu mentah.
  • Jangan menyiapkan atau memasak makanan jika Anda sedang diare.
  • Sering mencuci tangan terutama setelah berada di lingkungan publik dan setelah keluar dari toilet.
  • Tidak meminum air dari kolam renang umum.

Bagi anda yang penasaran dan ingin memperbanyak pengetahuan tentang macam-macam kesehatan, jangan lupa untuk terus mengunjungi situs http://obatkankerkelenjargetahbening.alfianherbal.com/ untuk mengetahui artikel kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Alamat web diatas sekedar memberitakan seputar produk herbal yang berkualitas dan berbagai macam kutipan kesehatan, jadi simpan baik-baik link tersebut jika suatu saat anda membutuhkan baik untuk pembelian produk herbal atau bahkan hanya sekedar mencari tahu tentang berita-berita kesehatan yang telah kami kutip. Salam sehat!!!

Alamat Kantor Pusat Agen Resmi Alfian Herbal :

Jl Noenoeng Tisna Saputra Kp Sindanggalih Gg Pos Giro Rt 01 Rw 12 Kec. Tawang Kota Tasikmalaya 46115.

Dampak Bahaya Akibat Infeksi Bakteri E-Coli