Bijak Memilih Minyak untuk Memasak Demi Kesehatan

Minyak goreng merupakan bahan masakan yang hampir selalu ada di dapur keluarga. Tahukah anda bagaimana cara bijak memilih minyak untuk memasak demi kesehatan?.

Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu website resmi milik Alfian Herbal Agen Resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi bijak memilihi minyak untuk memasak demi kesehatan.

Bijak memilih minyak untuk memasak demi kesehatan | Minyak goreng tentunya sudah tidak lagi bagi kita. Apalagi bagi para ibu-ibu dan mereka yang gemar memasak, rasanya tidak pas menggoreng tanpa menggunakan minyak goreng. Selain disukai, banyak juga yang takut pada minyak goreng karena beranggapan bahwa minyak goreng itu tidak sehat, tinggi kalori serta dapat membuat gemuk. Benarkah? Namun pada setiap prinsip orang itu selalu berbeda-beda. Untuk yang lebih jelasnya anda perlu menyimak artikel kutipan kami ini sampai dengan tuntas!

Berikut Ulasan Tentang Bijak Memilih Minyak untuk Memasak Demi Kesehatan

Kini saat berbelanja konsumen dapat melihat deretan minyak yang berbeda. Memilih minyak yang tepat dapat membantu kondisi kesehatan termasuk mengendalikan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan berat badan, dan lain-lain. Meskipun mengonsumsi makanan berminyak kurang bagus untuk kesehatan, namun tanpa minyak goreng tentulah kita akan sulit mengolah beragam makanan. Kita tidak perlu meninggalkan minyak goreng, namun lebih pandai memilih dan menggunakan minyak goreng agar tidak merugikan kesehatan.

Sebuah studi observasi menunjukkan bahwa salah satu penyebab kegemukan atau obesitas bukan hanya karena minyak goreng tapi karena mengonsumsi lemak yang berlebihan. Perlu Anda ketahui, minyak atau lemak mengandung nilai kalori yang tinggi, di mana satu gram minyak mengandung 9 kkal energi, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menyumbang 4 kkal per satu gramnya. Karena itu, mengonsumsinya secara berlebihan memang akan membuat gemuk. 

Minyak goreng memang mengandung lemak. Dan lemak memiliki nilai kalori yang tinggi, namun tubuh tetap membutuhkan lemak untuk membantu sistem kerja tubuh menjadi lebih baik. Misalnya untuk pembentukan hormon dan untuk melindungi fungsi organ tubuh dari benturan. Akan tetapi, pemilihan minyak goreng pun tak boleh asal-asalan, Anda harus cermat memilih minyak goreng yang tepat dan sebisa mungkin menyehatkan.

Berikut beberapa jenis minyak yang sering digunakan di Indonesia :

  • Minyak Kelapa

minyak-kelapaMinyak kelapa memiliki aroma yang nikmat dan tahan lama pada suhu ruang, sehingga banyak pula digunakan untuk memanggang kue atau jenis makanan lain. Minyak kelapa mengandung 90 persen lemak jenuh, yang berisiko meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat. Akibatnya, risiko terkena penyakit jantung akan meningkat pula.

Meski demikian, ada pula manfaat positif minyak kelapa yaitu mengandung antioksidan dan juga meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik lebih banyak dibanding minyak lain. Antioksidan ini berpotensi sebagai penyehat jantung karena ikut berperan dalam mencegah pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Dengan demikian antioksidan berperan menjaga rongga pembuluh darah agar tidak menyempit. Meski demikian, kita perlu cermat saat memilih minyak kelapa. Karena minyak kelapa yang kini dipasarkan melewati banyak proses yang dapat merusak antioksidan dan zat-zat bermanfaat lainnya.

Penggunaan minyak kelapa tidak disarankan untuk digunakan secara rutin, karena kandungannya tidak dianggap sebaik jenis minyak lain untuk menjaga kesehatan tubuh.

  • Minyak Sawit

minyak-sawitMinyak sawit mengandung asam palmitat yang termasuk asam lemak jenuh, kandungan inilah yang berpotensi meningkatkan kadar LDL dan semua jenis kolesterol. Meski demikian, efeknya terhadap penyakit kardiovaskular masih diperdebatkan di dunia medis. Di sisi lain, minyak sawit juga diketahui mengandung asam oleat dan linoleat yang tergolong asam lemak tidak jenuh,  serta vitamin A dan E sebagai antioksidan. Vitamin E di dalam kelapa sawit terdiri dari tocotrienol, yang berfungsi mencegah kerja dari enzim pembentukan kolesterol.

  • Minyak Kanola

minyak-kanolaMinyak kanola rendah kandungan asam lemak jenuh hanya sekitar 7 persen. Minyak ini juga tinggi dalam kandungan asam lemak tidak jenuh, senyawa vitamin E tokoferol dan zat-zat lain, yang dipercaya sebagai pelindung jantung. Penelitian terhadap pola makan dengan minyak kanola menunjukkan penurunan kadar kolesterol, dibandingkan dengan konsumsi minyak yang lebih tinggi asam lemak jenuh lainnya.

  • Minyak Zaitun

minyak-zaitunMinyak zaitun memiliki lima hingga sepuluh kali lebih banyak lemak sehat yang kita butuhkan, dibandingkan dengan minyak kelapa. Lemak sehat ini termasuk rantai ganda asam lemak tidak jenuh dan rantai tunggal asam lemak tidak jenuh.

Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kemampuan minyak zaitun menekan kadar LDL sebagai kolesterol buruk, memperbaiki hiperlipidemia (kadar kolesterol,total dan trigliserida tinggi), dan mencegah hipertensi, berdasarkan sebuah studi. Konsumsi minyak zaitun secara teratur juga dapat mencegah terjadinya stroke.

Tak hanya mencegah penyakit kardiovaskular, minyak zaitun juga dipercaya dapat membantu mengatasi kondisi lain seperti menekan risiko kanker payudara, radang pankreas akut, gangguan hati, dan peradangan usus. Minyak ini juga kemungkinan mendukung kesehatan mental dengan menekan depresi, sekaligus mencegah perkembangan penyakit Alzheimer atau kepikunan.

Terus kunjungi situs http://obatkankerkelenjargetahbening.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga artikel menarik lainnya | Bahaya Kaki Sering Kram dan Penanganannya