Bahaya Kaki Sering Kram dan Penanganannya

Apakah kaki anda sering merasakan kram yang berkepanjangan ? hati-hati , jangan di anggap sepele. Ketahui sejak dini penyebab dan dampak bahaya jika kaki sering kram . Karena berlangsungnya keram di kaki sendiri antara satu penderita dengan penderita yang lain kemungkinan besar selalu berbeda-beda. Penasaran bukan ? silahkan simak ulasan berikut tentang bahaya kaki sering kram dan penanganannya. 

Bahaya kaki sering kram dan penanganannya -, Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu situs resmi milik Alfian Herbal yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar bahaya kaki sering kram dan penanganannya.

Berikut inilah Penyebab Kaki Kram Yang Perlu Anda Ketahui

bahaya-kramPenyebab kaki kram tidak selalu diketahui, namun umumnya disebabkan ataupun terkait dengan cedera saat berolahraga, kehamilan, dehidrasi, kekurangan asupan mineral tertentu, ataupun pajanan suhu dingin. Kram otot, baik yang terjadi pada area kaki atau area lainnya, merupakan kontraksi atau menegangnya otot dengan kuat dan secara tiba-tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan sering kali terjadi pada kaki. Kram kaki di malam hari sering kali mengenai otot betis. Kondisi ini sering terjadi ketika Anda baru saja tertidur atau baru terbangun.

Menurut beberapa keterangan bahwa penyebab seringnya kram pada kaki kemungkinan besar dikarenakan :

  • Kekurangan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium dapat mengundang kaki kram.
  • Tekanan terhadap saraf pada tulang belakang bisa membuat kaki terasa nyeri kram yang bisa memburuk bila semakin lama Anda berjalan. Berjalan dengan posisi sedikit membungkuk ke depan biasanya dapat meringankan nyeri.
  • Suplai darah yang tidak memadai. Penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke kaki Anda dapat menimbulkan nyeri, misalnya kram di kaki saat Anda sedang berolahraga. Kram ini biasanya hilang secepatnya setelah Anda berhenti berolahraga.
  • Dehidrasi sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.
  • Kehamilan. Kondisi kram sudah biasa terjadi pada ibu hamil, terutama saat bulan-bulan terakhir kehamilan. Kemungkinan hal ini terjadi oleh karena kekurangan kalsium dan magnesium.
  • Efek samping dari obat-obatan seperti pil kontrasepsi, obat antipsikotik, diuretik, statin, dan steroid.

Berikut Bahaya Kaki Sering Kram dan Penanganannya

  • Dehidrasi

Bagi beberapa orang yang tidak begitu suka minum air putih atau mungkin merasa tak ada waktu untuk sering-sering minum, tubuh akan kekurangan cairan. Bahaya dehidrasi dapat mengancam Anda yang rupanya turut menjadi salah satu bahaya bagi Anda yang kakinya sering keram.

Tubuh yang kehilangan banyak cairan tak hanya ditandai dengan keram di bagian kaki saja. Bahaya akibat kurang minum air putih juga bisa ditunjukkan dari melemahnya tubuh sehingga tubuh menjadi cepat lelah. Oleh karena itulah, penting untuk mengonsumsi banyak air putih, yakni 8-10 gelas setiap harinya supaya tubuh tetap bugar dan jauh dari keram.

  • Penyempitan Arteri

Bahaya lainnya dari kaki sering keram bisa jadi menjadi pertanda bahwa tubuh Anda mengalami penyempitan arteri. Ada rasa nyeri yang dialami saat terjadi penyempitan arteri yang membawa serta menyuplai darah ke organ kaki. Keram adalah salah satu contoh dari timbulnya rasa nyeri tersebut.

Rasa keram ini akan dapat lebih sering dialami khususnya saat kaki Anda pakai untuk berolahraga atau berlatih fisik. Namun sesaat setelah Anda berhenti melakukan olahraga, pada umumnya rasa keram bakal hilang secepat mungkin. Kalau setiap berolahraga Anda mengalami keram, memang sudah saatnya Anda harus memeriksakan keadaan kaki Anda.

  • Saraf Tertekan

Rasa keram juga dapat membahayakan karena mampu menjadi pertanda adanya saraf yang mengalami tekanan. Anda perlu mengenal apa saja jenis kelainan saraf, termasuk juga saraf yang ada di bagian tulang belakang. Rasa keram yang datang secara terus-menerus dapat menandakan adanya saraf tulang belakang yang berada dalam keadaan yang buruk.

Apabila keram tersebut memang benar karena adanya bagian saraf tulang belakang yang terganggu, kondisi ini akan menjadi lebih serius saat Anda memakai kaki Anda untuk berjalan. Semakin lama digunakan untuk berjalan, nyeri dan keram di kaki biasanya akan semakin terasa. Salah satu cara untuk menjadikannya lebih ringan adalah dengan membungkukkan sedikit postur tubuh ke arah depan sewaktu berjalan.

  • Tetanus

Penyakit tetanus merupakan sebuah awal dari infeksi dan akhirnya menjadi lebih parah dan serius karena mampu menyerang susunan saraf. Kejang yang hebat adalah tandanya dikarenakan adanya kontraksi otot. Luka tergores atau tertusuk oleh benda yang sudah karatan, tercemar oleh kotoran hewan maupun manusia, serta tercemar oleh tanah, pupuk dan debu mampu menyebabkan hal tersebut. Kaki yang keram dan Anda merasakannya terlalu sering dapat membahayakan, maka ketahui juga gejala tetanus apa saja supaya Anda bisa memeriksakan kondisi kaki secepat mungkin.

Lantas Bagaimana Cara Mengatasinya ?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani kram :

  • Hentikan aktivitas dan lemaskan otot dengan peregangan ringan.
  • Gerakkan kaki dengan berjalan perlahan-lahan.
    Hal ini bertujuan mengirimkan sinyal di dalam tubuh bahwa otot Anda butuh berkontraksi kemudian relaksasi.
  • Pijat pada bagian otot yang menegang.
  • Kompres dengan air panas atau mandi dengan air panas.
    Namun, cara ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mengidap diabetes, cedera saraf tulang belakang, atau kondisi lainnya yang tidak memungkinkan Anda merasakan suhu panas.
  • Minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit secukupnya untuk menghidrasi tubuh.
    Cara ini mungkin membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Namun, hal ini bisa mencegah terjadi kram berikutnya.
  • Ganjal ujung kaki dengan bantal saat tidur untuk mencegah kram.
  • Konsumsi makanan kaya magnesium seperti kacang-kacangan dan biji-bijian bila Anda sering mengalami kram kaki yang tidak terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Namun, untuk ibu hamil dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila ingin mengonsumsi suplemen magnesium.
  • Gunakan obat-obatan pereda sakit, seperti ibuprofen atau gel penghilang nyeri sesuai petunjuk penggunaan.

Nah , itulah yang dapat kami sampaikan mengenai bahaya kaki sering kram dan penangannya. Semoga artikel sederhana yang kami kutip ini bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih atas kunjugan dan perhatiannya. Terus kunjungi situs http://obatkankerkelenjargetahbening.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca jugaDampak Positif dan Negatif Minum Bir Tiap Hari